Thursday, April 17, 2014

6 Fakta Nasib Malang Bayi Francisca

6 Fakta Nasib Malang Bayi Francisca - Renata terus menangis saat dipisahkan dari pelukan hangat sang Ibunda, Darsem (23). Bayi berusia 1 tahun itu diam-diam dibuang oleh Tigor, kekasih Ibundanya di Kemayoran, Jakarta. Tigor rupanya tidak suka dengan kehadiran Francisca yang rewel dan selalu mengganggu hubungan asmaranya dengan Darsem, seperti 6 fakta ini:

http://www.bromoijentourism.com Francisca dibuang ketika sang ibu sedang berbelanja. Ia dititipkan Tigor kepada pedagang kaki lima (PKL) di Kemayoran dengan iming-iming uang Rp 200 ribu. Tigor saat itu mengendarai mobil warna hitam bernopol B 1661.

Bayi yang mengenakan perhiasan itu akhirnya diserahkan pedagang minuman tersebut ke Polsek Pademangan. Usut punya usut, Darsem dan Tigor pun diamankan berkat laporan kakek dan nenek Francisca yang melaporkan cucunya dibawa dari Indramayu.

http://www.tejahtc.com/unit-link-terbaik-di-indonesia-commonwealth-life-investra-link/ Tigor yang berjanji akan menikahi Darsem itu mengaku membuang Francisca karena kesal mendengar tangisannya. Ia tidak ingin Francisca hadir di tengah-tengah hubungannya dengan Darsem. Francisca kini dirawat dengan pengawasan dari KPAI di rumah perlindungan sosial anak milik Kemensos di Bambu Apus, Jaktim.

Tuesday, April 8, 2014

Bus TransJakarta Tetap Beroperasi Hari Ini

Bus TransJakarta Tetap Beroperasi Hari Ini  " TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga DKI Jakarta tidak perlu mengkhawatirkan Pemilu 2014 yang digelar Rabu (9/4/2014) hari ini, bakal melumpuhkan sarana transportasi umum.

Pakar Seo Indonesia Pasalnya, Kepala Humas Unit Pelaksana TransJakarta Sri Ulina Pinem mengatakan, layanan transportasi massal bus TransJakarta tetap beroperasi pada Rabu hari ini.

"Bus TransJakarta tetap beroperasi sejak pukul 05.00 WIB sampai 23.00 WIB. Jadi, tetap normal beroperasi," kata Sri Ulina Pinem, Selasa (8/4/2014).

Meski pegawai TransJakarta tidak diliburkan, Sri mengatakan pihaknya tetap memberikan toleransi kepada mereka untuk menggunakan hak suaranya.

Pegawai TransJakarta, kata dia, diperkenankan pergi ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) secara berhantian sehingga tidak mengganggu pelayanan calon penumpang.